4 Strategi Trading Forex Terbaik yang WAJIB Dikuasai Jika Anda Ingin Profit Konsisten

Inilah 4 Strategi Trading Forex Terbaik yang WAJIB Dikuasai Jika Anda Ingin Profit  Konsisten dan tidak lagi kebingungan tentang strategi trading forex terbaik yang manakah yang harus digunakan agar bisa menjadiseorang trader yang sukses.




Strategi trading forex bermacam-macam, mulai dari yang didasarkan indikator tertentu seperti bollinger bands dan MACD hingga ada juga beberapa strategi yang mengikuti arah harga seperti trend dan sideways trading, juga yang mengandalkan pola candle seperti pin bar dan inside bar.



5 Strategi Trading Forex Terbaik yang WAJIB Dikuasai Jika Anda Ingin Profit  Konsisten


Strategi-strategi yang fokus pada cara trading seperti hedging, reversal, dan straddle juga tak luput dari daftar metode yang bisa Anda gunakan dalam forex. Lalu, dari sekian banyak strategi tersebut, manakah yang terbaik?

Jawaban untuk setiap trader bisa saja berbeda, karena setiap strategi memiliki ciri, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

Maka dari itu, saran terbaik dalam memilih strategi adalah untuk mengambil mana yang paling Anda pahami, juga sesuai dengan gaya dan kebutuhan trading Anda. Misalnya, jika Anda termasuk tipe trader agresif dan responsif terhadap perubahan harga, Anda bisa mengambil strategi jangka pendek seperti trading time frame 1 menit.

Beragamnya jawaban untuk strategi terbaik bukan berarti tidak ada daftar metode yang direkomendasikan sama sekali. Di bawah ini adalah daftar 5 strategi trading forex terbaik yang patut Anda coba:



Tak dapat dipungkiri, tren harga selalu membawa potensi tak ternilai. Baik di spot forex maupun binary options, tren banyak dinilai sebagai kondisi paling ideal untuk entri.

Open position di saat harga trending dengan kuat lebih disukai oleh para trader. Ini karena tren dapat mempermudah Anda untuk menganalisa arah pergerakan harga. Jika tren masih terus berlanjut, Anda bisa lebih mudah mengambil opsi "BUY" atau "SeLL" dengan lebih meyakinkan.

Karena keuntungan di atas, strategi tren banyak dipilih trader forex, baik yang masih pemula maupun yang telah berpengalaman.

Indikator-indikator yang populer digunakan dalam strategi ini adalah MA (Moving Averages) dan trend line.

Umumnya, trader pengikut tren akan mencari sinyal penerusan, sementara mereka yang suka melawan arus, lebih mencari sinyal pembalikan.



Strategi ini mengandalkan pin bar, yaitu bentukan candle dengan body yang kecil dan sumbu panjang melebihi besar body-nya. Pin bar adalah salah satu sinyal pembalikan yang cukup dipercaya oleh banyak trader.

Baik sebagai indikator utama maupun sekedar konfirmator, kemunculan pin bar selalu dianggap penting.



Letak sumbu pin bar yang lebih panjang dapat diambil sebagai pedoman untuk memperkirakan kemana arah harga akan berbalik.

  • Misalnya, suatu pin bar yang sumbu panjangnya terletak di bagian bawah candle di sebut sebagai Bullish pin bar.
  • Jika pin bar ini terjadi setelah sebelumnya ada candle bearish, maka pola tersebut bisa menjadi sinyal bahwa harga akan berbalik bullish. 

Ada lebih banyak cara untuk trading dengan memanfaatkan pin bar, keterangan lebih lengkapnya bisa Anda simak di sini.



Satu lagi strategi yang patut dipertimbangkan dalam trading forex adalah strategi hedging. Tujuan utama hedging sebenarnya adalah untuk mengantisipasi kerugian dari option yang akan berakhir out-of-the-money.

Jadi apabila Anda punya option "BUY" yang ternyata bergerak dalam sentimen bearish yang kuat, Anda bisa membuka option "SELL" baru untuk mengimbangi potensi loss dari posisi pertama.

Namun sebelum menerapkan strategi ini, ada baiknya Anda belajar memahami resiko hedging terlebih dulu.

Walaupun tampak efektif di luar, namun pengguna hedging yang kurang optimal justru dapat melipatgandakan resiko kerugian.


4. Trading Forex dengan Strategi Risk Reversal

Mirip dengan strategi hedging, risk reversal juga merupakan metode yang dijalankan dengan membuka 2 option "BUY" dan "SELL" dalam waktu yang sama. Bedanya, tujuan risk reversal di sini bukan cuma untuk meminimalisir resiko, tapi juga membuat keuntungan baru. Lalu, bagaimanakah caranya?

Jika Anda telah belajar bagaimana caranya melakukan hedging, maka Anda tak akan kesulitan mencoba strategi risk reversal. Tak banyak perbedaan dalam cara penerapan dari kedua strategi ini.

Untuk risk reversal, Anda hanya perlu menempatkan jumlah kapital yang berbeda di 2 option yang Anda buka.

Kapital terbanyak tentunya Anda tempatkan di option yang paling Anda yakini akan berhasil. Sehingga, walaupun salah satu option nantinya akan berakhir pada stop loss, akan tetap ada profit yang Anda menangkan di sini.

Anda bisa membuka halaman ini untuk melihat contoh yang lebih jelas dari penggunaan risk reversal. Juga, strategi ini akan semakin menguntungkan bila broker Anda memiliki fasilitas refund untuk option yang gagal.

Jangan Lupakan 2 Hal Ini


Terlepas dari segala cara dan analisa yang bisa diaplikasikan dalam keempat strategi di atas, trading Anda tak akan berhasil jika tidak memperhatikan kedua aspek penting ini:

Analisa Fundamental

Memperhatikan rilis fundamental adalah komponen penting yang harus selalu Anda perhatikan, karena hal ini bisa sangat berpengaruh bagi keputusan trading Anda.

Dengan mengamati faktor-faktor penggerak harga secara fundamental, Anda akan dapat mengantisipasi perubahan tren, volatilitas, sentimen pasar, juga momen entry terbaik.

Manajemen Resiko

Bagian ini adalah aspek trading yang perlu selalu Anda sertakan. Walaupun empat strategi di atas bisa disebut sebagai yang terbaik, namun tetap saja tak ada yang bisa membawa hasil pasti.

Dengan kata lain, angka profit hanya bersifat kemungkinan, demikian juga dengan potensi loss.

Di sini, manajemen resiko dapat difungsikan untuk membatasi kerugian pada tingkat yang sesuai dengan batas toleransi Anda.

Oleh karena itu, apapun jenis strateginya, selalu lengkapi sistem trading Anda dengan manajemen resiko.

Demikianlag 4 Strategi Trading Forex Terbaik yang WAJIB Dikuasai Jika Anda Ingin Profit Konsisten yang semoga bermanfaat untuk kita semua.